disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Tugas membuat ilustrasi musik film Indonesia (film scoring Indonesia) merupakan tugas dari komposer film Indonesia (Indonesian Film Composer) yang berfungsi sebagai pemanis dalam sebuah film. Tidak jarang ilustrasi musik yang dibuat dapat menyabet penghargaan di ajang paling bergengsi perfilman Indonesia, yaitu Festival Film Indonesia (FFI) atau Piala Citra dan Festival Film Bandung (FFB) . Ilustrasi musik dibuat oleh seorang komponis atau pembuat lagu yang sering disebut komposer. Sebelum membuat ilustrasi musik, seorang komposer harus memahami terlebih dahulu secara detail dari film yang akan dibuat. Oleh karena itu, composer atau film scorer atau film composer hingga harus membaca script naskah dan mengetahui jalan cerita sebug film. Hal itu bertujuan agar ilustrasi musik yang dibuat selaras dengan jalan cerita dari film tersebut. Dalam sebuah film, komposer dapat membuat ilustrasi musik lebih dari satu yang diputar di sepanjang film.

Ilustrasi musik yang berkualitas

Sebuah ilustrasi musik film Indonesia dapat dikatakan berkualitas bila memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut.

Pertama, bukan jiplakan. Ilustrasi musik yang menjiplak atau mengadopsi karya orang lain berarti dapat dikatakan tidak original lagi. Dengan begitu, ilustrasi musik tersebut tidak dapat diikutkan dalam ajang-ajang bergengsi perfilman Indonesia. Pasalnya, tidak sedikit komposer film Indonesia yang memakai ilustrasi musik yang setelah diselidiki ternyata pernah digunakan pada film mancanegara tertentu.

Kedua, selaras dengan jalan cerita film. Ilustrasi musik dibuat harus diselaraskan dengan jalan cerita, adegan, atau dalam penggalan-penggalan di dalam film. Seorang komposer yang membuat ilustrasi musik harus bisa menempatkan hasil karya ilustrasi musiknya pada bagian-bagian tertentu di film. Oleh karena itu, komposer harus bisa bekerja sama dengan sutradara dalam pembuatan ilustrasi musik film Indonesia.

Ketiga, berkarakter Indonesia. Dalam arti, seorang komposer film Indonesia  membuat sebuah ilustrasi musik dengan efek atau alat-alat musik tradisional Indonesia. Dengan begitu, karakteristik atau ciri khas dari Indonesia dapat lebih ditonjolkan. Sangat disayangkan sebuah musik tidak berkualitas gara-gara ilustrasi musiknya yang jelek. Seorang produsen harus lebih mengetahui dan paham masalah itu. Jangan sampai filmnya jeblok di pasaran hanya karena ketidaks esuaian.

Menonton film dengan ilustrasi musik yang bagus

Seorang komposer film Indonesia dalam membuat karya-karyanya harus tetap berbegang teguh pada nilai-nilai atau etika. Tidak mungkin seorang komposer film menjiplak terang-terangan karya orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada sang penciptanya. Hal itu tentu tidak bisa ditolerir. Masyarakat yang akan menulai apakah karya komposer tersebut layak diperdengarkan atau tidak.

Oleh karena itu, rasa idealisme harus tetap ada dalam diri sang komposer film Indonesia. Pasalnya, idelisme itu yang akan membuat karya-karya komposer menjadi master piece di industri perfilman tanah air. Jangan hanya memikirkan keuntungan saja yang nanti didapat, tetapi proses pembuatannya juga harus diperhatikan. Jadi, jangan dilihat hasilnya tapi prosesnya dulu. Dengan begitu, sebuah karya lagu yang unik dan menarik di dalam film dapat dinikmati oleh masyarakat, merupakan buah karya dari komposer film Indonesia.

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Jazz Big Band Indonesia memang belum sepopuler group pada genre musik lain, seperti pop atau rock. Namun demikian, masyarakat Indonesia khususnya para pecinta musik big band dapat menikmati keindahan alunan musik dari kelompok band tersebut dari festival musik seperti Java Jazz Festival. Jenis alunan musik ini memang jarang dipertontonkan dalam sebuah pertunjukan musik. Biasanya, big band dapat dilihat dalam konser orchestra atau pertunjukan musik jazz. Keindahan lirik serta syair dari musik ini dapat membuat para penggemarnya untuk bernostalgia sejenak dengan musik zaman dulu.

Apa itu big band?

Mereka yang awam dan berusia muda mungkin belum pernah mengenal tentang big band. Pasalnya, generasi muda sekarang sudah dicekoki oleh musik beraliran pop atau rock yang bertema percintaan.

Big band adalah sebuah band yang memainkan jenis musik jazz dengan diiringi 12 hingga 19 pemain musik. Anggota bandnya cukup banyak karena band ini memang menyajikan pertunjukan musik yang lengkap, meskipun tetap dibalut dengan genre jazz. Belasan pemain di dalamnya ada yang memainkan alat musik saksofon, terompet, trombon, dan lain sebagainya. Semua alat musik tersebut biasanya dapat Anda dengarkan dalam pertunjukan musik orkestra jazz, band jazz, atau band dansa yang sangat terkenal pada era musik Swing.

Perlu Anda ketahui bahwa era keemasan musik Swing, yaitu sekitar tahun 1935 di daratan Eropa dan Amerika. Musik tersebut sangat digemari oleh masyarakat pada zaman itu. Bahkan hingga sekarang, masih cukup banyak penggemar musik Swing di dunia, tak terkecuali di Indonesia dengan Big Band Indonesia .

Sejarah big band Indonesia

Sudahkan Anda mengetahui sejarah musik Big Band? Diketahui bahwa terdapat periode yang membedakan big band dalam sebuah band populer di industri musik dunia. Namun, masyarakat lebih mengenal big band yang terdiri atas 10 – 13 alat musik yang dibawa oleh masing-masing anggota big band. Pada sekitar pertengahan tahun 1020-an, big band mendominasi musik pop saat itu. Oleh karena itu, musik jazz yang merupakan akar dari big band banyak diperdengarkan pada masa itu. Masih banyaknya penggemar musik big band, membuat jenis musik ini terus dipertontonkan dalam pertunjukan musik. Anda yang menyukai jenis musik jazz harus patut berbangga.

Beberapa musisi jazz Indonesia yang juga aktif di Indonesia maupun bersolo karier, antara lain Benny Likumahua, Indra Lesmana, Bhaskara, Bubi Chen, Jopie Item, Embong Raharjo, Jack Lesmana, Margie Segers, Ermy Kulit, Bill Saragih, Hendra Wijaya, dan lain sebagainya. Semua musisi jazz tersebut hingga sekarang masih berkarya, meskipun sangat jarang diperdengarkan di layar televisi. Namun begitu, pertunjukan musik jazz bertaraf nasional maupun internasional yang diadakan di Indonesia masih terus berlangsung, seperti Java Jazz Festival, dan lain sebagainya.

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

 

Seorang komposer atau arranger Indonesia (Indonesian Composer) harus bisa berperan aktif dalam industri musik Indonesia atau bahkan global. Dengan begitu, mereka dapat berperan serta dalam memajukan perindustrian musik dalam negeri. Para komposer dan arranger mungkin bekerja sesuai hati mereka. Ada juga mungkin yang bekerja karena ada pesanan lagu dari seorang penyanyi atau pihak tertentu. Tidak ada masalah selama sang komposer dan arranger masih dapat berkreativitas. Mereka para pemesan tersebut juga sudah mengakui kehebatan sang komposer dalam menciptakan sebuah lagu. Namun, tiap komposer pasti mempunyai aliran musik atau genre yang berbeda-beda sesuai bakat dan minatnya.

Siapa itu komposer?

Beberapa orang yang awam tentang dunia musik mungkin kurang mengetahui tentang komposer. Dapat diartikan secara sederhana komposer adalah  seorang seorang pencipta lagu. Dalam arti, komposer yang menulis komposisi musik dalam format solo, duo, trio, kuartet, dan sebagainya. Biasanya, istilah komposer mengacu pada 2 jenis musik yang berkembang, yaitu mereka yang khusus menciptakan komposisi musik orkestra di Indonesia, dan yang kedua komposer yang berkarya di dunia industri musik populer. Kedua jenis komposer tersebut sangat berperan dalam kancah permusikan di Indonesia. Mungkin tanpa mereka, Industri musik dalam negeri tidak akan maju.

Beberapa komposer Indonesia yang berperan besar dalam perkembangan musik orkestra di Indonesia, antara lain Slamet Abdul Syukur, Amir Pasaribu, Otto Sidharta, Tony Prabowo, Gatot Danas Sulistyanto, dan lain sebagainya. Para komposer tersebut aktif dalam membuat instrumentalia musik orkestra, sehingga dapat selalu diperdengarkan kepada masyarakat Indonesia.

Seorang komposer dalam menciptakan komposisi musik tidak mengenal waktu dan tempat. Tidak seperti bekerja di kantor atau dengan target tertentu. Pasalnya, pekerjaan sebagai komposer sangat berkaitan erat dengan daya kreativitas yang dimiliki. Padahal untuk memunculkan kreativitas tersebut tidak setiap waktu dapat keluar. Oleh karena itu, seorang komposer Indonesia dapat bekerja di waktu dan tempat apa pun, tergantung kondisinya.

Peran serta komposer di industri musik populer

Mungkin berbeda dengan komposer yang bekerja sebagai pencipta lagu populer di Indonesia. Dilihat dari benefit atau keuntungan, komposer Indonesia  seperti itu lebih menguntungkan karena karya-karya dapat diperdengarkan setiap saat. Apalagi mereka yang sudah memiliki nama cukup terkenal di industri musik Indonesia. Pasti akan benyak menerima pesanan dari produser musik, penyanyi, atau group band untuk dibuatkan sebuah lagu untuk mereka.

Penghasilan yang didapat memang sangat menguntungkan karena dengan semakin banyaknya pesanan lagu yang datang, otomatis pundi-pundi uang akan semakin bertambah. Itulah realita industri musik bukan hanya di Indoensia tetapi di dunia. Namun demikian, minimal komposer tersebut telah menyemarakkan dan memajukan industri musik di tanah air. Tanpa komposer Indonesia dari berbagai aliran musik tersebut, industri musik Indonesia tidak akan maju.

Artikel SEO

FFB merupakan salah satu bentuk apresiasi di dunia perfilman oleh komunitas yang menamai dirinya Forum Film Bandung. Ajang penghargaan ini mulai digelar pada tahun 1987 dan diselenggarakan secara rutin sampai sekarang ini. Bahkan, ketika Film Indonesia tertidur pada tahun 90an dan Festival Film Indonesia tidak mengadakan acara penghargaan untuk insan perfilman, FFB masih tetap menyelenggarakan penghargaan dengan memilih Film Asing dan Film Televisi dari Asia maupun Barat.

Bila penghargaan lainnya memberikan penghargaan ‘Terbaik’, maka FFB menghadiahkan gelar ‘Terpuji’. Selain itu, ada juga Pemenang Ganda yaitu memenangkan lebih  dari satu penghargaan. Pada tahun 2014 ini, FFB dtelah digelar pada tanggal 13 September 2014 kemarin. Ajang tersebut merupakan FFB yang ke-27. Ajang tersebut telah sukses diselenggarakan di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung, Jawa Barat.

Dalam ajang tersebut total terdapat 11 penghargaan di kategori film, 5 untuk film televisi atau FTV, dan 3 untuk sinetron. Pada Festival Film Bandung 2014 kali ini, ada sejumlah penghargaan yang dianugerahkan untuk lebih dari 1 orang. Selain itu, pihak panitia juga memberi Lifetime Achievement Award untuk Rima Melati dan Putu Wijaya. Acara yang dimeriahkan oleh Andhika Pratama, Prilly Latuconsina, dan Aliando Syarief tersebut juga semakin semarak dengan kedatangan sejumlah penyanyi seperti Gita Gutawa. Judika, dan Cherrybelle. Berikut ini adalah daftar peraih penghargaan FFB 2014 untuk kategori film.

–          Film Terpuji: Soekarno

–          Pemeran Utama Pria Terpuji:

  1. Herjunot Ali ( Tenggelamnya Kapal Van der Wijk)
  2. Ikranagara (Sang Kiai)

–          Pemeran Utama Wanita Terpuji diraih Pevita Pearce (Tenggelamnya Kapal Van der Wijk)

–          Pemeran Pembantu Wanita Terpuji diraih Meriam Bellina (Slank Nggak Ada Matinya)

–          Pemeran Pembantu Pria Terpuji diraih Tahta Ginting (Soekarno)

–          Penulis Skenario Terpuji diraih Oka Aurora (Sokola Rimba)

–          Sutradara Terpuji diraih Hanung Bramantyo (Soekarno)

–          Penata Kamera Terpuji dirah Yadi Sugandi (Adriana)

–          Editor Terpuji diraih Bounty Umbara (Comic 8)

–          Penata Musik Terpuji diraih Andhika Triyadi (Edensor)

–          Penata Artistik Terpuji dirah Frans XR Paat (Sang Kiai)

Nominasi Serial Sinetron 2014:

–          Sinetron Serial Terpuji:

  1. Hanya Tuhanlah yang Tahu
  2. Mak Ijah Pengen ke Mekah

–          Pemeran Sinetron Pria Terpuji:

  1. Vino G Bastian (Hanya Tuhanlah yang Tahu)
  2. Kevin Julio (Bidadari – Bidadari Surga)

–          Pemerian Sinetron Serial Wanita Terpuji

  1. Aty Cancer (Emak Ijah Pengen ke Mekah)
  2. Ratu Tika Bravani (Bidadari – Bidadari Surga)

Nominasi Film Televisi (FTV) 2014:

–          Film Televisi (FTV) Terpuji diraih film Manusia Gerobak

–          Pemeran Pria FTV Terpuji diraih Epy Koesnandar dalam film Manusia Gerobak

–          Pemeran Wanita FTV Terpuji:

  1. Yuki Kato (Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku)
  2. Putri Anne (3 Butir Korma)

–          Sutradara Film Televisi (FTV) Terpuji diraih Deddy Setiady dalam film Manusia Gerobak

–          Penulis Skenario FTV Terpuji diraih Ifan Ismail dalam film 3 Butir Korma

 

5

Indonesian Movie Awards 2014 Berikan Penghargaan Untuk Terbaik dan Terfavorit

Indonesian Movie Awards atau yang sering disingkat dengan IMA merupakan penghagraan untuk insan perfilman Indonesia. Penghargaan ini dimulai tahun 2007 dan berlangsung secara rutin sampai sekarang. Sebenarnya latar belakang kemunculan penghargaan ini adalah sebagai wujud ketidak puasan dari ajang Festival Film Indonesia 2006 yang hasilnya mengecewakan. Tetapi IMA tidak dibuat untuk menyaingi FFI. Kehadiran IMA untuk memberi apreasi bagi pemeran film terbaik karena prestasi dan bakr mereka

IMA selalu hadir setiap tahunnya dengan format yang baru dan tidak sama dengan FFI. Bila pada FFI penghargaan yang diberikan adalah Piala Citra maka pada IMA piala penghargaannya adalah Piala Layar Emas. Pada ajang ini, pemenang dibagi menjadi Terbaik dan Terfavorit. Untuk kategori pemenang Terbaik dipilih langsung oleh dewan juri. Sementara itu kategori pemenang Terfavorit dipilih langsung oleh masyarakat.

Di tahun 2014 ini, ajang IMA 2014 telah digelar pada bulan Mei kemarin tepatnya tanggal 14 Mei 2014 di Studio 8 RCTI di Kebon Jeruk, Jakarta. Juri yang ikut serta dalam ajang tersebut meliputi Leila S. Chudori, Didi Petet, Salman Aristo, Aditya Gumay, dan Alex Komang. Ada banyak aktris dan aktor yang diunggulkan menjadi pemenang. Sejumlah aktris dan aktor sukses membawa pulang piala layar emas dari ajang bergengsi ini. Dewan juri memilih Lukman Sardi sebagai pemeran pendukung pria terbaik melalui film berjudul Soekarno. Sementara itu, pemeran pendukung wanita terbaik berhasil diraih oleh Maudy Koesnadi dari film yang sama yaitu Soekarno.

Dalam ajang tersebut Ayushita berhasil terpilih menjadi pemeran utama wanita terbaik. Sementara itu, Prisia dinobatkan sebagai pemeran utama wanita yang terfavorit yaitu dipilih berdasarkan polling sms dari masyarakat. Aktor terbaik sukses diraih Joe Taslim melalui perannya dalam film Indonesia berjudul La Tahzan. Selain itu, IMA juga memberi penghargaan khusus untuk aktor Rahmat Hidayat. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah daftar lengkapnya.

Kategori Terbaik:

–          Pemeran Utama Pria diraih Joe Taslim (La Tahzan

–          Pemeran Utama Wanita diraih Ayushita

–          Pemeran Pendukung Pria Terbaik diraih Lukman Sardi

–          Pemeran Pendukung Wanita Terbaik diraih Maudy Koesnaedy

–          Pendatang Baru Pria Terbaik diraih Zendy Zaen (Hari Ini Pasti Menang)

–          Pendatang Baru Wanita Terbaik diraih Karina Salim

–          Pemeran Anak – Anak Terbaik: Nang Kabau (Sokola Rimba)

Kategori Terfavorit

–          Pemeran Utama Pria diraih Vino G. Bastian dalam film Cinta/Mati

–          Pemeran Utama Wanita diraih Prisia Nasution dalam film Sokola Ruimba

–          Pendatang Baru Wanita diraih Iranty Purnamasari dalam film Hasduk Berpola

–          Pendatang Baru Pria diraih Zendhy Zaen dalam film Hari Ini Pasti Menang

–          Film Terfavorit: Cinta/Mati

–          Soundtrack Terfavorit : lagu berjudul Pelangi dan Mimpi dari Cowboy Junior dalam Film Laskar Pelangi 2 Endensor

–          Lifetime Achievement diberikan kepada Rahmat Hidayat

Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Ajang Piala Maya telah digelar di tahun 2014 ini. Ajang penghargaan film pada tahun 2014 ini adalah gelaran untuk yang ketiga kalinya. Pihak penyelenggara bekerjasama dengan KINERIA.com dan SAE Institute, sebuah kanal  media baru yang berkomitmen untuk menyuguhkan tontonan alternatif lewat dunia maya.

Open Submission pada ajang 2014 untuk Kompetisi Umum terdiri dari 5 kategori untuk film nasional meliputi, Film Dokumenter, Film Pendek, Film Daerah, Film Animasi, dan Penulisan Kritik Film. Pendaftaran telah dilakukan  mulai tanggal 17 Agustus 2014 sampai 10 November 2014 kemarin. Ketentuan dan sistem pendafatran Kineria.com ditentukan dalam acara gathering pada 23 Agustus lalu.

Para peserta yang ingin mengikuti kompetisi tersebut wajib terlebih dulu mengisi formulir pendaftaran online yang disediakan di KINERIA.com secara jelas dan lengkap. Pendaftaran lebih lanjut, dokumen – dokumen, DVD, dan korespondensi ditujukan langsung ke sekretariat penyelengagra di Jln Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam ajang tahun 2014 ini, Piala Maya mengangkat tema “Cinta, Cita, Cipta”. Ajang tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya karena mereka akan berkolaborasi dengan 200 Komite Pemilih yang akan memilih siapa saja peraih penghargaan di tahun 2014 ini. Komite tersebut terdiri dari sejumlah kalangan profesi yang memiliki semangat yang sama yakni mencintai film Indonesia. Profesi dari komite pemilih antara lain adalah Jurnalis Film, Sineas, Musisi, Praktisi Periklanan, Akademisi, Kritikus Film, Penyiar Radio, Blogger, Movie Reviewer, Ilustrator, Fashion Designer, Penulis, Perwakilan Komunitas Film, Pelaku Seni, Mahasiswa Perfilman, dan masih banyak lagi.

Kategori yang di vote oleh Komite Pemilih meliputi

–          Film Bioskop Terpilih

–          Sutradara Terpilih

–          Film Pendek Terpilih

–          Aktor Utama Terpilih

–          Aktris Utama Terpilih

–          Aktris Peran Pendukung Terpilih

–          Aktor Peran Pendukung Terpilih

–          Tata Kamera Terpilih

–          Skenario Asli & Adaptasi Terpilih

–          Penata Artistik Terpilih

–          Penyuntingan Gambar Terpilih

–          Penata Suara Terpilih

–          Penata Musik Terpilih

–          Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih

–          Tata Kostum Terpilih

–          Desain Poster Terpilih

–          Efek Khusus Terpilih

–          Pemain Pendatang Baru Terpilih

–          Lagu Tema Terpilih

–          Pemain Cilik Terpilih

–          Film Animasi Terpilih

–          Film Dokumenter Terpilih

–          Film Daerah Terpilih

–          Segmen Film Omnibus Terpilih

–          Penulisan Kritik Film Terpilih

–          Aktris Omnibus Terpilih

–          Aktor Omnibus Terpilih

–          Beberapa mention special akan diumumkan dalam acara puncak

Para peraih Piala Maya untuk setiap kategori akan diumumkan dalam acara malam penganugerahan yang diselenggarakan pada tanggal 20 Desember mendatang, bersama dengan pengumuman pemenang untuk kategori film Bioskop. Dalam acara gathering 2014 pada Agustus kemarin, juga ditayangkan beberapa film yang memenangkan penghargaan tahun 2013 seperti Dino (Film Pendek Terpilih), 400 Words (Film Dokumenter Terpilih, Sang Suporter (Film Animasi Pendek Terpilih), dan Lawuh Boled karya Mistratun yang dinobatkan sebagai Sutradara Muda Berbakat Terpilih.