Festival Film Indonesia 2014 Hadirkan Banyak Terobosan

Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Ajang penghargaan bergengsi insan film yaitu Festival Film Indonesia 2014 dianggap melakukan banyak terobosan baru dalam rangka menghasilkan karya – karya terbaik. Piala Citra yang merupakan lambang supremasi tertinggi dalam perfilman Indonesia kembali pada bentuknya yang semula. Sebelumnya, piala tersebut memang pernah mengalami perubahan bentuk pada FFI yang digelar pada tahun 2008. Padahal, desain piala itu sebelumnya menggunakan konsep rancangan dari seniman Sidharta.

Dalam penyelenggaraan FFI tahun 2014 yang akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 6 Desember mendatang, , pihak panitia FFI memutuskan mengembalikan bentuk piala penghargaan seperti saat pertama kali. Keputusan ini berdasarkan permintaan banyak insan di dunia perfilman sehingga bentuk piala tersebut dikembalikan ke bentuknya yang semula. Selain itu, piala tersebut juga telah dimodifikasi ulang oleh seorang seniman bernama Dolorosa Sinaga.

Selain itu, konsep acara yang akan digunakan pada FFI 2014 juga tidak akan sama dengan FFI tahun – tahun sebelumnya. Mengusung tema bertajuk ‘Bangga Film Indonesia’, FFI berniat untuk mengembalikan kejayaan film nasional. Dengan mengembalikan piala sesuai dengan bentuknya dan juga semangat perubahan, semua tentu akan mengubah konsep acara FFI. Di tahun 2014 ini, acara FFI juga akan lebih  semarak karena akan diramaikan oleh banyak aktris dan aktor.

Dalam ajang FFI 2014, proses penjurian juga mengalami perubahan, terutama untul film layar lebar. Bahkan penjurian tersebut jug melibatkan akuntan publik independen. Nantinya hasil penilaian dari dewan juri dikirimkan untuk direkapitulasi ke Deloitte, sebuah akuntan publik indenpen yang termasuk salah satu perusahaan akuntan terbesar di dunia. Dengan sistem seperti ini, tingkat objektivitas dna kredibilitas dari hasil penilaian akan lebih terjaga. Tidak hanya itu, dengan melibatkan semakin banyak orang, akseptabilitas FFI juga akan semakin meningkat.

Total dewan juri untuk film bioskop adalah 100 orang. Sementara itu untuk film televisi, film pendek, dan film dokumenter, dewan jurinya masing – masing adalah 5 orang. Beberapa dewan juri yang diikutsertakan berasal dari berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh, budayawan, psikolog, seniman, kalangan intelektual, dan tentunya insan film. Orang – orang tersebut di antaranya adalah Seno Gumira Ajidarma, Niniek L Karim, Reza Rahardian. Widyawati, Irwan Usmar Ismail, dan masih banyak lagi.

Pendaftarkan peserta sudah mulai sejak tanggal 1 Oktober 2014 kemarin dan ditutu[ pada tanggal 30 Oktober 2014. Sejauh ini setidaknya ada 25  judul film yang telah terdaftar  untuk ajang Festival Film Indonesia 2014. Para juri yang telah ditunjuk akan memberikan penilaian untuk semua film yang sudah masuk ke meja panitia. Dewan juri mendapat kesempatan untuk melakukan penilaian di rumah mereka masing – masing dengan menggandakan CD film para peserta. Tetapi untuk film yang baru akan ditonton bersama – sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s