Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Ada beberapa musisi jazz Indonesia yang cukup terkenal. Mereka telah mengeluti aliran musik ini sudah sejak lama. Bahkan, tak jarang melakukan konser musik jazz di dalam maupun di luar negeri. Oleh karena itu, para musisi jazz ini tidak hanya terkenal di Indonesia saja, melainkan dikenal luas di negara lain. Konsistensi dalam bermain musik telah menjadikan mereka menjadi seorang musisi yang profesional. Tidak peduli dengan selera pasar industri musik di tanah air karena pasti berganti-ganti. Mereka tetap setia memainkan musik jazz hingga sekarang. Karakter seperti itu yang harus dimiliki setiap musisi di Indonesia. Memang kenyataannya, dalam segi finansial yang didapat tergolong kecil dan tidak dapat bersaing dengan aliran musik yang lain, seperti rock, pop, atau yang lainnya. Namun yang terpenting musisi jazz Indonesia mampu menunjukkan karya-karyanya hingga ke mancanegara.

Di sini akan sedikit diinformasikan beberapa musisi jazz hebat yang dimiliki Indonesia. Secara musikalitas, mereka tidak bisa dianggap remeh dan mampu disejajarkan dengan musisi jazz dari mancanegara. Bahkan, karya-karya mereka hingga sekarang masih enak untuk didengar.

Ireng Maulana

Ireng Maulana merupakan anak dari pasangan Max Maulana dan Georgiana Sinsoe. Bakat musiknya menurun dari sang ayah, yaitu seorang pemain gitar, sementara ibunya adalah seorang penyanyi yang pandai memainkan piano. Ireng Maulana mulai menyukai musik jazz saat melihat pamannya, yaitu Tjok Sinsoe bermain alat musik bass. Pamannya itu cukup terkenal pada era jazz tahun 40-an di Indonesia.

Indra Lesmana

Indra Lesmana bermain musik jazz sejak kecil. Dia pertama kali tampil bersama ayahnya saat masih berusia 10 tahun. Indra sangat menyukai alat musik keyboard. Pada tahun 1978, Indra meliris album perdananya yang diberi judul Ayahku Sahabatku. Nuansa jazz pada album tersebut sangat kental. Meskipun pada saat itu perkembangan musik jazz belum memuaskan seperti saat ini, Indra tetap konsistem memainkan musik jazz. Bahkan, hingga sekarang Indra masih eksis dalam bermain musik jazz.

Bubi Chen

Bubi Chen merupakan musisi jazz Indonesia yang lahir pada tanggal 9 Februari 1938 dan meninggal di Semarang pada tanggal 16 Februari 2012 silam. Bubi Chen berkarier di jalur musik jazz hingga akhir hayatnya. Bubi belajar piano sejak usianya masih 5 tahun. Dia berguru pada Di Lucia, seorang pianis berkebangsaan Italia yang tinggal di Indoensia. Perkembangan musik jazz di tanah air yang mulai menggeliat membuat Bubi semakin bersemangat untuk menghasilkan karya-karya terhebatnya hingga tutup usia.

Jack Lesmana

Pada usia 10 tahun, Jack telah mahir bermain gitar. Selanjutnya, pada usia 15 tahun Jack bergabung menjadi seorang gitaris pada group band Berger Quartet. Bukan hanya pintar memainkan gitar, Jack juga mahir memainkan alat musik bass. Jack Lesmana juga pernah mendirikan Jack Lemmers Quartet bersama Maryono dan Bubi Chen. Sebuah group musik beraliran jazz yang cukup terkenal pada masa itu.

Benny Likumahua

Benny Likumahua merupakan salah satu musisi jazz Indonesia yang bermain alat musik saksofon. Namun sebelumnya Benny pernah bermain bongo, kemudian beralih ke alat musik bass. Saat mulai tertarik dengan musik jazz, Benny mengganti alat musik yang dipegangnya menjadi Darinet dan trombone.

Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Sebuah musik orkestra Indonesia dapat diciptakan oleh semua komposer, khususnya mereka yang mengambil jalur musik orkestra atau klasik. Musik-musik hasil ciptaan komposer klasik tersebut dapat diperdengarkan secara umum kepada masyarakat lewat sebuah pertunjukan musik orkestra. Dewasa ini, musik orkestra di Indonesia sudah tidak bisa dibilang ketinggalan zaman atau jadul (jaman dulu). Pasalnya, tidak sedikit kalangan muda-mudi yang sengaja memperdalam ilmu bermain musik orkestra. Mereka biasanya menguasai salah satu alat musik yang dimainkan dalam pertunjukan orkestra. Para anak muda tersebut bisa tergabung dalam group orkestra yang khusus dibuat bagi mereka yang menyenangi musik orkestra.

Sejarah berdiri

Orkestra Simfoni Universitas indonesia (OSUI) Mahawaditra didirikan pada tanggal 11 Juni 1983. Perlu anda ketahui bahwa saat pendiriannya bertepatan dengan fenomena alam gerhana matahari total. Pada pendiri OSUI memang sengaja memakai momen tersebut untuk mengingat awal berdirinya group orkestra Indonesia ini.

Mahawaditra dapat diartikan suara yang agung atau besar. Nama tersebut dipilihkan oleh rektor UI pada saat itu. OSUI menjadi orkestra Indonesia tertua yang didirikan oleh kalangan universitas hingga sekarang. UI memang tidak memiliki fakultas khusus yang mempelajari mengenai musik. Namun dengan berdirinya OSUI, para mahasiswa yang berminat dengan musik khususnya musik orkestra dapat bergabung, belajar, dan bermain musik brsama-sama.

Pada awalnya, OSUI hanya untuk mengisi acara seremonial yang diadakan UI, seperti wisuda atau dies natalis atau ulang tahun. Namun itu dahulu, sekarang ini OSUI menjadi salah satu group orkestra yang dipandang cukup berkualitas di antara group orkestra lain yang ada di Indonesia. seiring perkembangan zaman, OSUI tidak hanya mengisi acara seremonial semata, tetapi sudah melakukan pertunjukan musik orkestra Indonesia secara profesional. Mereka kerap hadir dalam beberapa acara yang diselenggarakan instansi tertentu yang membutuhkan pertunjukan orkestra Indonesia. Oleh karena itu, OSUI menjadi semakin terkenal dan berperan aktif hingga sekarang dalam perkembangan musik orkestra di Indonesia.

Regenerasi anggota OSUI

Semakin bertambahnya usia, OSUI juga membutuhkan talenta-talenta mudah untuk mengisi squat orkestra yang dimiliki. Hal itu dikarenakan, OSUI memang khusus group orkestra yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswi UI. Mereka yang bergabung menjadi anggotanya memang tidak selamanya karena setelah lulus biasanya segera meninggalkan OSUI untuk berkarier di bidang yang digelutinya. Oleh karena itu, OSUI secara rutin selalu membuka pendaftaran bagi para mahasiswa UI yang ingin lebih mengenal musik orkestra Indonesia dengan bergabung menjadi anggotanya. Jadi, perekrutannya seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang hanpir tiap tahun selalu membuka pendaftaran bagi anggota baru. Dengan cara seperti itu, cukup banyak anggota OSUI yang bergabung sehingga regenerasi talenta-talenta muda musik orkestra Indonesia akan tetap terjaga.

 

Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Seorang arranger Indonesia harus mampu mengaransemen sebuah lagu dari yang biasa-biasa saja menjadi lagu yang luar biasa. Tidak sedikit Arranger yang berkiprah saat ini dulunya merupakan seorang penyanyi solo atau group band. Mereka yang sudah banyak ‘makan garam’ dalam dunia permusikan Indonesia, akhirnya mampu mengubah sebuah lagu yang diciptakan oleh seorang pencipta lagu. Tentu saja dalam berkarya seorang Arranger Indonesia harus meminta izin terlebih dahulu kepada pencipta lagu yang bersangkutan. Hal itu merupakan etika dalam dunia musik yang harus dilakukan. Jika pencipta lagu mempersilakan tanpa ada persyaratan apapun, Arranger akan merasa sangat bersuka cita menggarap lagu tersebut. Namun, tidak sedikit pencipta lagu yang memberikan syarat kepada Arranger, biasanya terkait royalti yang akan dibagi.

Apa itu Arranger?

Arranger adalah seseorang yang mengaransemen sebuah lagu tertentu. Sementara aransemen dapat diartikan menyesuaikan komposisi musik dengan suara penyanyi atau group band yang berpatokan pada komposisi musik pada lagu yang asli atau original. Setelah melalui aransemen, sebuah lagu akan berbeda komposisi musiknya, tetapi secara substansi tidak berubah. Itulah kehebatan Arranger Indonesia yang bisa dikatakan ‘mendaur ulang’ sebuah lagu dari yang kualitasnya biasa-biasa saja menjadi sebuah lagu yang luar biasa karena dibawakan oleh seorang penyanyi atau groub band yang cocok dengan lagu tersebut.

Seorang arranger Indonesia dapat bekerja sesuai kebutuhan atau juga bisa mendapat tawaran dari pihak lain. Sesuai kebutuhan dapat diartikan, seorag Arranger yang biasanya juga penyanyi atau pencipta lagu membutuhkan lagu-lagu yang sudah diaransemen untuk dinyanyikannya sendiri. Oleh karena itu, dia tidak butuh seorang Arranger lain karena sudah dapat mengaransemen sendiri. Selain itu, seorang Arranger dapat mengaransemen karena mendapat tawaran dari pihak lain, seperti produser musik atau penyanyi. Mereka dapat menyewa jasa Arranger untuk mengaransemen sebuah lagu sesuai permintaan mereka. Dalam industri musik Indonesia saat ini,arranger Indonesia seperti itu sudah banyak yang melakukan karena dilihat dari segi finansial memang cukup menguntungkan.

Pekerjaan pokok seorang Arranger

Seorang Arranger Indonesia saat mengaransemen sebuah lagu harus memperhatikan dua hal penting, yaitu vokal penyanyi dan instrumen musiknya. Kedua faktor tersebut sangat berperan penting menjadikan sebuah lagu hasil aransemen menjadi lebih bagus, sama saja, atau malahan menjadi lebih buruk dari yang aslinya. Di sinilah pekerjaan sebagai seorang Arranger diuji dan diperhitungkan. Pasalnya, tidak semua macam lagu dapat diaransemen dengan mudah. Ada juga lagu-lagu yang tingkat kesulitannya cukup tinggi saat diaransemen.

Vokal seorang penyanyi dapat dijadikan patokan untuk mengaransemen sebuah lagu. SeorangArranger harus mengetahui dahulu jenis suara dan vokal dari penyanyi tersebut. Setelah aransemen sebuah lagu selesai, dapat dicoba dinyanyikan oleh penyanyi yang ditunjuk.

Sementara penyusunan instrumen dalam aransemen lagu dilakukan dengan cara menyesuaikannya dengan alat-alat musik yang akan membawakannya. Semakin lengkap alat musik tersebut, semakin bervariasi pula aransemen yang dilakukan pada sebuah lagu. Pekerjaan seperti itu hanya dapat dilakukan oleh Arranger Indonesia yang berpengalaman dan profesional.

Artikel SEO

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Saat ini sangat banyak komposer Indonesia. Semua komposer tersebut menciptakan berbagai lagi yang berlainan, dari lagu nasional, lagu modern, lagu tradisional, dan lain sebagainya. Salah satu komposer Indonesia ada yang melegenda karena salah satu karyanya menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Apakah Anda tahu siapa belia? Benar, komposer Indonesia tersebut bernama Wage Rudolf Soepratman. Sanga pencipta lagu indonesia Raya. Sebuah lagu kebangsaan Indonesia yang selalu diperdengarkan pada setiap upacara bendera. Sebuah lagu yang pasti dihapal dari seorang presiden Republik Indonesia hingga rakyat kecil belaka. Sebuah lagu kebangsaan yang mampu dinyanyikan oleh anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, Anda mungkin belum mengetahui secara mendalam mengenai pencipta lagu tersebut. berikut sedikit uraiannya untuk Anda.

Kehidupan pribadi sang legenda

Sang komposer Indonesia Wage Rudolf Soepratman lahir di Jatinegara, Jakarta yang dulu masih bernama Batavia pada tanggal 9 Maret 1903. Beliau wafat pada usia 35 tahun pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya, Jawa Timur. Tanggal dan bulan kematian beliau di kemudian hari menjadi hari bersejarah untuk rakyat Indonesia karena menjadi perayaan Hari Kemendekaan Republik Indonesia.

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia, yaitu Indonesia Raya. Beliau dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia karena jasa-jasa beliau. Soepratman merupakan anak ketujuh  dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Joemeno Kartodikromo dan ibunya bernama Siti Senen.

Soepratman pernah belajar bahasa Belanda di sebuah sekolah malam selama tiga tahun. Selanjutnya, Soepratman melanjutkan sekolah di Normaalschool di kota Makasar. Beliau pernah menjadi seorang guru, bekerja di sebuah perusahaan dagang milik Belanda, juga pernah menjadi seorang wartawan waktu pindah ke Bandung. Hingga pada suatu ketika beliau sangat tertarik dengan pergerakan Nasional yang dicetuskan oleh tokoh-tokoh muda, tak terkecuali Soekarno dan Muhammad Hatta. Perlu Anda ketahui bahwa Soepratman hingga akhir hidupnya tidak pernah menikah dan tidak pernah mengangkat seorang anak.

Sejarah lagu Indonesia Raya diciptakan

Soepratman sangat menyukai bermain alat musik biola. Pada saat di Makasar, beliau mendapat pelajaran musik oleh kakak iparnya. Soepratman tertantang menjadi komposer Indonesia untuk menciptakan sebuah lagu kebangsaan Indonesia. Pasalnya, pada saat itu pergerakan nasional sudah mulai memanas. Para pemuda sangat ingin mengadakan kongres kepemudaan yang salah satu tujuannya untuk menjadi Indonesia merdeka.

Akhirnya pada tahun 1924, sang komposer Indonesia Wage Rudolf Soepratman berhasil menciptakan lagu Indonesia Raya saat di Bandung pada usia 21 tahun. Lagu indonesia Raya pertama kali diperdengarkan oleh Soepratman secara instrumentalia, yaitu hanya dengan memainkan biola pada tanggal 28 oktober 1928. Pada saat itu merupakan malam penutupan dari Kongres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta, yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda.

SEO Article

disclaimer : this article is written by SEO Article content writer for rickylionardi.com

Indonesian Orchestrator  is actually the one that is responsible with the quality of an orchestra performance. When you see an excellent performance by an orchestra, you might be wondering who actually organizes and prepares everything. Actually, the name orchestrator simply represents the type of work that should be carried out. An orchestrator prepares music for a performance by an orchestra. An orchestrator should have skills and years of experiences. Usually, an orchestrator graduates from music programs and has attended various training. Their education focuses on training musician and composers because they must be able to give the best direction to all people involved in an orchestra performance. Without good music skills, excellent music knowledge and great management skills, an orchestrator probably will not gain the success.

 

Indonesian Composer can become an orchestrator. Many composers want to have total control over their piece of works. It has become a clear fact that composers usually devote lots of efforts to create music. They might have spent many sleepless nights to find ideas and to determine the right instruments. As a result, they want people who play their music to completely understand and perfectly play the music. For this purpose, they should interact with the people who will play the music. If they explain to the team himself, they expect to give better yet clearer understanding about the music because they are the one who create it. Unfortunately, even though composers can become orchestrators, not all of them can become a good orchestrator. Limited skills and lack of experiences usually become the main reason why composers cannot become a good orchestrator.

 

If an orchestrator is not a composer, there are two ways to prepare music performance for an orchestra. First, he will work with a composer to create finished music for an orchestra from a scratch. A composer has the ability to create a rough composition. An orchestrator may ask the composer to develop the rough composition becomes ready to use composition. Second, he can use an available theme and develop it into music for an orchestra. This method is usually used to create music background for a movies or characters. An orchestrator will be introduced to theme and characters before he starts composing music. Then, he should create music that perfectly suits the characters and theme. An orchestrator should work fast because the project usually has a tight deadline. Therefore, if you want to know more facts about an orchestrator, you had better learn more about orchestrator, composer and Conductor Indonesia.